Tampilkan postingan dengan label model propagasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label model propagasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Februari 2013

Koleksi EBOOK

Berikut sobat bisa membaca atau silahkan mendownload Ebook mengenai seputar teknologi komunikasi bergerak khususnya CDMA yang saya kumpulkan selama ini, Semoga bermanfaat :

Alokasi Frekuensi Indonesia
(https://www.dropbox.com/s/8q30g3bzrpb2llb/alokasi-frekuensi-edisi-2-januari-2010.pdf)

1xEV-DO Technology
(https://www.dropbox.com/s/smlggo7scv0ynyk/1_EV-DO%20Technology.ppt)

Samsung Mobile Wimax, Technology Overview, Architecture & System
(https://www.dropbox.com/s/u81pl0ey9wugb14/%5BSamsung%5D%20WiMAX-03-Solutions.pdf)

Samsung Mobile Wimax, Performance & Spectrum Allocation
(https://www.dropbox.com/s/zdviigsw74ko6cf/%5BSamsung%5D%20WiMAX-04-Performance-Interference.pdf)

A Comparative Study of UMTS (WCDMA) and cdma2000 Networks
(https://www.dropbox.com/s/q1sjofdb6i4otas/3G_Comparison_MetroCon2001_Track3_Session4.pdf)

3G Celluler
(https://www.dropbox.com/s/ezf8eufewfpmpva/3G_v3.ppt)

Generations of Wireless Technologies and Networks
(https://www.dropbox.com/s/7qlzk0u09qktha0/3GEVO.pdf)

Third Generation Wireless Glossary
(https://www.dropbox.com/s/6pj98a65tw2idvq/3ggloss.pdf)

Teori Perencanaan BTS CDMA & Konsep Cell Breathing




Pembahasan lebih dalam silahkan lihat pada : http://belajarcdma.blogspot.com/2013/01/menentukan-jumlah-bts-berdasarkan.html serta http://belajarcdma.blogspot.com/2013/01/menghitung-path-loss-radius-cell.html

Semoga bermanfaat.

Contoh Perencanaan CDMA

Sobat berikut ini saya tampilkan pula contoh Perencanaan BTS CDMA yang saya dapat sewaktu trining, semoga bermanfaat.

Selasa, 22 Januari 2013

Menghitung Path Loss & Radius Cell



Penjelasan :
HATA PROPAGATION MODEL
Menentukan Path Loss (L50)
a(hm) Dense Urban = 3.2*(LOG(11.75*hm (m)))^2-4.97
a(hm) Urban = (1.1*LOG(f (MHz))-0.7)*hm (m)-(1.56*LOG(f (MHz))-0.8)
L50(du) - (dB) = C1+C2*LOG(f (MHz)-13.82*LOG(hb (m))-a(hm) Dense Urban+(44.9-6.55*LOG(hb (m)))*LOG(r (km))+Cm
L50(u) - (dB) =  C1+C2*LOG(f (MHz)-13.82*LOG(hb (m))-a(hm) Urban+(44.9-6.55*LOG(hb (m)))*LOG(r (km))+Cm
L50(su) - (dB) = L50(u) (dB) - 2*(LOG(f (MHz)/28))^2-5.4
L50(rt) - (dB) = L50(u) (dB) -4.78*(LOG(f (MHz))^2+18.33*LOG(f (MHz))-40.94

Rabu, 16 Januari 2013

MODEL-MODEL PROPAGASI PADA JARINGAN SELULER

Silahkan sobat pahami dan perhatikan terlebih dahulu hal-hal dibawah ini sehingga nantinya sobat mampu menghitung path loss antara BTS dengan MS pada berbagai lingkungan dan frekuensi yang dipakai dan mampu mendesain suatu jaringan telekomunkasi bergerak.
  1. Sasaran disain paling penting dari jaringan seluler/PCS adalah :  menyediakan cakupan radio seluas-luasnya (near-ubiquitous).
  2. Salah satu konsideran paling krusial dalam proses perencanaan cakupan radio adalah PROPAGATION MODEL.
  3. Akurasi prediksi oleh suatu model propagasi tergantung pada kemampuannya menghitung/memperhitungkan detil daerah lapang, tumbuh2an dan bangunan-bangunan.
  4. Akurasi ini sangat penting dalam menentukan PATH LOSS, dan o.k.i. ukuran sel dan kebutuhan infrastruktur dari jaringan seluler/PCS.
  5. OVER ESTIMATION akan menyebabkan penggunaan sumber-sumber daya jaringan yang tidak efisien.
  6. UNDER ESTIMATION akan menghasilkan cakupan radio yang buruk.
  7. Model-model propagasi umumnya cenderung menyederhanakan kondisi propagasi yang sebenarnya, dan bisa sangat tidak akurat di dalam lingkungan daerah metropolitan yang kompleks.
  8. Model-model propagasi empiris hanya memberikan petunjuk umum dan terlalu sederhana untuk disain jaringan yang akurat.
  9. Oleh karena itu, pengukuran lapangan yang akurat harus dilakukan untuk memberikan informasi mengenai cakupan radio di daerah urban.
  10. Propagasi radio di daerah urban sangat dipengaruhi oleh SHADOWING. Untuk memastikan bahwa level sinyal dalam 90% area sel sama atau di atas ambang yang ditetapkan, suatu SHADOW FADING MARGIN harus ditambahkan dalam link budget.
  11. Faktor kritis lain yang mempengaruhi cakupan radio adalah PENETRATION LOSS untuk bangunan dan kendaraan.
  12. Disainer sebaiknya mengasumsikan PENETRATION LOSS yang tinggi, untuk memastikan kualitas layanan yang baik.