Jumat, 25 Januari 2013

Menentukan Jumlah BTS Berdasarkan Volume Trafik & Coverage area



Penjelasan:
Menentukan Jumlah BTS Berdasarkan Volume Trafik
Prediksi volume trafik (Erl) = Jumlah calon user (sst) x Proyeksi Erlang per user (Erl)
Beban trafik per sektor per 3 FA = Prediksi volume trafik (Erl) / Jumlah sektor
Kebutuhan TCH per sektor dengan HO 30% = Kebutuhan TCH per sektor per 3FA dg GOS 2% x 1.3
Jumlah kebutuhan TCH dengan HO + Control CH = Kebutuhan TCH per sektor dengan HO 30% + Jumlah Control CH per sektor
Jumlah BTS yang harus dibangun bdsk kapasitas = (Jumlah kebutuhan TCH dengan HO + Control CH) / Kapasitas kanal per sektor per 3FA
Jumlah kebutuhan TCE per sektor = Kapasitas kanal per sektor per 3FA x (h2/h1)
Jumlah kebutuhan TCE per BTS = Jumlah kebutuhan TCE per sektor x 3
Jumlah kebutuhan CEMA/BTS = Jumlah kebutuhan TCE per BTS / 54


Menentukan Jumlah BTS Berdasarkan Luas Cakupan
MS Total EIRP (dBm) = MS Max Transmit Power (dBm) + MS Antenna Gain (dB) - MS Cable & Connector Loss (dB)
Rata-rata Eb/It (dB) = Eb/It Min (dB) + Eb/It Std Dev (dB)
Processing Gain = Chip Rate (Kcps) / Information Full Rate (Kbps)
(SIR)min (dB) = Eb/It Min (dB)-10*LOG(Processing Gain)
Thermal Noise Density (dBm/Hz) = 10*LOG(1.38*10^-23*290)+30
Thermal Noise Floor cell (dBm) = 10*LOG( Information Full Rate (Kbps)*1000)+Thermal Noise Density (dBm/Hz)
Cell Rx Sensitivity (dBm) = Thermal Noise Floor cell (dBm)+Cell Noise Figure(dB)-10*LOG(1-Cell Loading Factor )+Rata-rata Eb/It (dB)
Max Reverse Path Loss (dB) = MS Total EIRP (dBm)-Cell Rx Sensitivity (dBm)+Cell Rx Antenna Gain (dB)-Cell Rx Cable & Connector Loss (dB)-MS Body Loss (dB)-Fading Margin (dB)+Handoff Gain rata-rata (dB)-Building Penetration Loss (dB)
Transmission Loss (reverse) (dB) = Max Reverse Path Loss (dB) - Cell Rx Antenna Gain (dB)
Thermal Noise Floor MS (dBm) = 10*LOG(1.38*10^-23*290*Chip Rate (Kcps)*10^3)+MS Noise Figure (dB)+30
Pilot Channel Power (dBm) = 10*LOG(10^(Cell Max Transmit Power (dBm)/10)*Percentage Pilot Power (%)*0.01)
Sync Channel Power 15% Pilot (dBm) = 10*LOG(10^(Pilot Channel Power (dBm)/10)*0.15)
Paging Channel Power 35% Pilot (dBm) = 10*LOG(10^(Pilot Channel Power (dBm)/10)*0.35)
Kapasitas BTS Antenna Omni = (Processing Gain*Power Control Factor*Cell Loading Factor) / (10^(Rata-rata Eb/It (dB)/10)*(1+Interference Factor)*Voice Activity)
Kapasitas Kanal BTS Antenna 3 Sektor per 1FA = Kapasitas BTS Antenna Omni x Gain Antenna 3 Sector
Kapasitas Kanal per Sektor per 3FA = (Kapasitas Kanal BTS Antenna 3 Sektor per 1FA/3)*3
Jumlah Traffic Channel per Sektor per 3FA = Kapasitas Kanal per Sektor per 3FA - Jumlah Control CH (pilot,sync,paging) per Sektor
Kapasitas Erlang per BTS per 3FA dg GOS 2% = Kapasitas Erlang per Sektor per 3FA dg GOS 2% x 3
Kapasitas Erlang Original per BTS per 3FA = Kapasitas Erlang per BTS per 3FA dg GOS 2%*(1-Handoff Factor)
Jumlah Pelanggan per BTS = Kapasitas Erlang Original per BTS per 3FA / Rata-rata Erlang per user (Erl)
Radius Cell (km) = 10^((Max Reverse Path Loss (dB)-69.55-26.16*LOG(Frekuensi Kerja (MHz))+13.82*LOG(Rata-rata Tinggi Antena BTS (m))+(3.2*(LOG(11.75*Rata-rata Tinggi Antena MS (m)))^2-4.97)-3)/(44.9-6.55*LOG(Rata-rata Tinggi Antena BTS (m))))
Luas Cakupan Cell (km2) = 2.6*((Radius Cell (km))^2)
Jumlah BTS yang dibutuhkan = Rencana luas wilayah layanan (km2) / Luas Cakupan Cell (km2)
Total pelanggan yang bisa dilayani = Pembulatan jumlah Cell/BTS x Jumlah Pelanggan per BTS


Catatan :
  1. Menghitung pilot , sync & paging power,
  2. Pilot power biasanya dialokasikan pada angka 10 s/d 20% dari power total arah forward, sedangkan paging channel dan sync channel dialokasikan berturut-turut 35% dan 15% dari pilot. Alam perhitungan ini Pilot dialokasikan 15%.
  3. Menentukan jumlah pelanggan per BTS,
  4. Pertama, tentukan terlebih dahulu jumlah kanal trafik yang bisa dibangun oleh setiap sektor per FA, kemudian kalikan jumlah kanal tsb dengan jumlah FA yang dipakai, sehingga diperoleh jumlah kanal total trafik per sektor.
    Kedua, konversikan jumlah kanal tersebut ke dalam Erlang (GOS 2%), angka yang diperoleh adalah kapasitas Erlang per sektor.
    Ketiga, tentukan kapasitas Erlang per BTS dengan memperhitungkan Handoff  factor.
    Keempat, tentukan jumlah pelanggan per BTS berdasarkan Erlang/user.
  5. Menghitung luas cakupan cell,
  6. Dalam case study ini luas cakupan dihitung dengan rumus propagasi model Hata. Cara menghitung radius adalah dengan menyamakan F dengan  loss  propagasi model  Hata. Jadi  satu  persamaan dengan satu  bilangan  anu.  Kalau radius diketahui  maka luas cakupan dapat  dihitung  dengan  rumus S = 2,6 x R2
  7. Menghitung jumlah pelanggan dalam satu area layanan,
    Dari hasil perhitungan, luas masing-masing BTS berturut-turut adalah : 1,86 km2 ; 6,86 km2 dan 47,11 km2. Dari hasil survey luas wilayah pelayanan bdsk morphologi berturut-turut adalah : 2,4 km2 ; 30 km2 dan 125 km2. Dengan demikian akan diketahui berturut-turut jumlah BTS yang dibutuhkan dan jumlah pelanggan yang bisa dilayani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar